Category Archives: Cybercrime

Protect Your PC

10 Free Ways To Keep Your PC Safe

You don’t have to spend a fortune to protect your PC from viruses, Trojans, phishers, scammers, and snoops. In fact, you don’t have to spend a penny.

By Preston Gralla
TechWeb
August 17, 2006 09:50 AM

From the moment you turn on your PC until the moment you turn it off, it’s under assault. Hackers try to break into it; viruses, Trojans and worms try to crawl into it; spyware tries to watch everything you do. Then there are wireless dangers, snooping co-workers, and worse.

What to do? You could spend hundreds or thousands of dollars on software and services, and spend countless hours trying to keep yourself safe…or you could instead read on. We’ll show you ten simple ways to protect your PC without spending a penny.

While some of these products are free versions of commercial packages, others are provided free of charge by hardworking individuals. If you find their services valuable, you can choose to give them a donation. But that’s entirely up to you.

10 Free Ways To Keep Your PC Safe

1. Get Free Anti-Virus and Anti-Spyware Protection
2. Check Your Security Online
3. Get Free Wireless Network Protection Software
4. Use A Free Firewall
5. Encrypt Your Data
6. Protect Yourself Against Phishers
7. Disable File Sharing
8. Surf The Web Anonymously
9. Say No To Cookies
10. Protect Yourself Against eBay (NSDQ: EBAY) "Nigerian Scams"

Powered by Qumana

Advertisements

Jenis Cybercrime

Beberapa bentuk potensi cybercrime dalam kegiatan di dunia intenet  antara lain :

  1. Typo site: Pelaku membuat nama situs palsu yang sama persis dengan situs asli dan membuat alamat yang mirip dengan situs asli. Pelaku menunggu kesempatan jika ada seorang korban salah mengetikkan alamat dan masuk ke situs palsu buatannya. Jika hal ini terjadi maka pelaku akan memperoleh informasi user dan password korbannya, dan dapat dimanfaatkan untuk merugikan korban. (contoh nyata adalah kasus typo site : http://www.klikbca).
  2. Keylogger/keystroke logger: Modus lainnya adalah keylogger. Hal ini sering terjadi pada tempat mengakses Internet umum seperti di warnet. Program ini akan merekam karakter-karakter yang diketikkan oleh user dan berharap akan mendapatkan data penting seperti user ID maupun password.   
  3. Sniffing: Usaha untuk mendapatkan user ID dan password dengan jalan mengamati paket data yang lewat pada jaringan komputer
  4. Brute Force Attacking: Usaha untuk mendapatkan password atau key dengan mencoba semua kombinasi yang mungkin.
  5. Web Deface: System Exploitation dengan tujuan mengganti tampilan halaman muka suatu situs.
  6. Email Spamming: Mengirimkan junk email berupa iklan produk dan sejenisnya pada alamat email seseorang.
  7. Denial of Service: Membanjiri data dalam jumlah sangat besar dengan maksud untuk melumpuhkan sistem sasaran.
  8. Virus, worm, trojan: Menyebarkan virus, worm maupun trojan dengan tujuan untuk melumpuhkan sistem komputer, memperoleh datadata dari sistem korban dan untuk mencemarkan nama baik pembuat perangkat lunak tertentu.

Powered by Qumana

Pengantar Cybercrime

Perkembangan teknologi yang begitu cepat tidak dapat dipungkiri telah menimbulkan ekses negatif, yaitu berkembangnya kejahatan yang lebih canggih yang dikenal sebagai Cybercrime. Dalam hal ini harus diakui perangkat hukum umumnya tertinggal dari kemajuan teknologinya.

Dalam dua dokumen Konferensi PBB mengenai The Prevention of Crime and the Treatment of Offenders di Havana, Cuba pada tahun 1990 dan di Wina, Austria pada tahun 2000, ada dua istilah yang dikenal, yaitu “cybercrime” dan “computer related crime”. Istilah “cybercrime” itu sendiri terbagi dalam dua kategori. Pertama, cybercrime dalam arti sempit disebut “computer crime”. Kedua, cybercrime dalam arti luas disebut “computer related crime”. Secara gamblang dalam dokumen tersebut dinyatakan:

  • Cybercrime in a narrow sense (computer crime) : any legal behaviour directed by means of electronic operations that targets the security of computer system and the data processed by them.
  • Cybercrime in a broader sense (computer related crime) : any illegal behaviour committed by means on in relation to, a computer system or network including such crime as illegal possession, offering or distributing information by means of a computer system or network.

Dengan demikian cybercrime adalah sebuah bentuk kejahatan yang dilakukan:

  • dengan menggunakan sarana dan prasarana dari sistem atau jaringan komputer (by means of a computer system or network) ;
  • di dalam sistem atau jaringan komputer (in a computer system or network) ; dan
  • terhadap sistem atau jaringan komputer (against a computer system or network).

Dari definisi tersebut, maka dalam arti sempit cybercrime adalah computer crime yang ditujukan terhadap sistem atau jaringan komputer, sedangkan dalam arti luas , cybercrime mencakup seluruh bentuk baru kejahatan yang ditujukan pada komputer, jaringan komputer dan penggunanya serta bentuk-bentuk kejahatan tradisional yang sekarang dilakukan dengan menggunakan atau dengan bantuan peralatan komputer (computer related crime).

Sementara itu Council Of Europe juga memberikan klasifikasi yang lebih rinci mengenai jenis-jenis cybercrime. Klasifikasi itu menyebutkan bahwa cybercrime digolongkan sebagai berikut

  • Illegal access, Illegal interception, Data interference, System interference,Misuse of Device, Computer related forgery, Computer related fraud,Child-pornography dan Infringements of copy rights & related rights.